Selasa, 02 Oktober 2018

Sejarah Singkat Alat Musik Angklung


Sejarah Singkat Alat Musik Angklung



Berada di dalam suatu band dan memainkan salah satu alat musik adalah impian kebanyakan orang muda. Apalagi di era milenial seperti ini, begitu mudah untuk seseorang menjadi dikenal oleh banyak orang, apalagi jika orang tersebut memiliki keahlian di bidang seni. Siapa yang tidak menyukai musik yang bagus? Posisi angklung sebagai alat musik mulai tersisihkan dengan adanya alat musik yang modern. Padahal angklung merupakan salah satu warisan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan oleh bangsa Indonesia sendiri. Untuk meningkatkan kecintaan anak bangsa dengan alat musik angklung pemerintah menjadikan angklung sebagai salah satu mata pelajaran di beberapa sekolah di Jawa Barat. Bukan hanya itu, pemerintah bahkan menggunakan gambar alat musik angklung di uang logam 1.000 rupiah  agar anak muda zaman sekarang mengetahui bahwa bangsa Indonesia memiliki alat musik yang dapat dibanggakan. Tour Murah

Sejarah Alat Musik Angklung

Sejarah angklung sangatlah penting untuk dipelajari karena dengan mengetahui sejarah dibalik terciptanya angklung sebagai alat musik, bisa menambah rasa kagum dan bangga akan warisan budaya Indonesia yang satu ini. Yuk simak bagaimana awal mula tercipta angklung sampai dengan perkembangannya saat ini.

Kata “angklung” sendiri berasal dari 2 kata dari bahasa Sunda, yaitu “angkleung-angkleung” yang berarti diapung-apung dan “klung” yang merupakan suara yang dihasilkan oleh alat musik tersebut. Dengan kata lain angklung berarti suara “klung” yang dihasilkan dengan cara mengangkat atau mengapung-apungkan alat musik itu. Ada teori lain yang mengatakan bahwa angklung berasal dari 2 kata dalam bahasa Bali, yaitu “angka” yang berarti nada dan “lung” yang berarti hilang. Sehingga angklung dapat diartikan sebagai nada yang hilang.

Angklung merupakan alat musik berasal dari Jawa Barat yang terbuat dari beberapa pipa bambu dengan berbagai ukuran yang dilekatkan pada sebuah bingkai bambu. Cara memainkan alat musik angklung adalah satu tangan memegang bagian atas angklung dan tangan lain memegang bagian bawah dari sisi lain angklung tersebut lalu menggoyangkannya. Hal ini menyebabkan pipa-pipa bambu yang menyusun angklung saling berbenturan menghasilkan suatu bunyi tertentu. Setiap satu alat musik angklung hanya menghasilkan satu nada. Berbeda ukuran angklung yang digetarkan atau digoyangkan menghasilkan nada yang berbeda pula. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa pemain angklung untuk menghasilkan melodi yang indah untuk didengar. Seorang pemain angklung dapat memainkan 2 atau 3 buah alat musik angklung.

Mengenal Sejarah Alat Musik Biola


Mengenal Sejarah Alat Musik Biola




Biola adalah sebuah alat musik dawai yang memainkannya dengan cara digesek. Biola memiliki 4 senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain dengan interval sempurna kelima, dengan nada terendah yaitu G. Ada beberapa jenis biola yaitu Alto, Cello dan double bass atau kontra bass. Biola juga bisa disebut dengan nama Fiddle, Biola biasa disebut Fiddle jika untuk memainkan lagu-lagu tradisional. Tour Murah

Untuk asal-usul alat musik yang satu ini sudah ada sejak jaman dulu, namun untuk biola modern pertama muncul pada awal abad ke-16, sekitar tahun 1520 di Italia Utara. Pada abad ke-16 ini adalah masa-masa kejayaan bagi zaman Renaissance. karena banyak pengaruh dari Renaissance akhirnya biola lama-kelamaan mengarah ke bentuk modern sekarang ini. Alat musik ini memang tidak di ketahui pasti siapa yang menciptakan, namun biola tertua yang memiliki 4 senar yaitu biola yang dibuat Andrea Amati sekitar tahun 1555. Sebenarnya sebelum biola ada, sudah ada alat musik yang mirip seperti biola yang disebut dengan Violetta, namun hanya memiliki 3 senar. Andrea Amati adalah orang pertama yang membuat biola pada tahun 1555, Karena suaranya yang unik dan bagus, pada tahun 1960 Raja Prancis Charles IX memerintahkan Andrea Amati untuk membuat 24 instrumen biola sekaligus. Dan biola tertua hingga saat ini adalah salah satu dari 24 biola milik Charles IX, yang diberi nama "Charles IX" yang dibuat di Cremona tahun 1960.

Pada abad ke-18 desain biola mengalami perubahan yang signifikan, dan sejak saat itu juga alat musik biola menjadi populer, baik dikalangan musisi maupun dikalangan bangsawan. Pada abad ke-17 dan 18 sudah ada bengkel pembuat biola di Italia, yaitu dari Antonia Stradivari dan Giuseppe Guarneri dari Cremona dan satu lagi Jacob Strainer dari Austria.

Dulu biola berukuran lebih pendek, bagian leher lebih tebal dan kurang membengkok kebelakang dari permukaan biola. Papan jari yang lebih pendek, kam-nya lebih datar, dan dawainya terbuat murni dari usus binatang. Busur biola yang pertama juga memiliki desain yang berbeda dengan biola yang sekarang. Pada abad ke 18 dan 19, terjadi perubahan konstruktif yang mendasar yang menghasilkan bunyi yang keras, nyaring, dan nada yang lebih bagus. Pada abad ke-18 biola menjadi instrumen solo terpopuler di Eropa. Pada tahun 1750-1820 Biola juga dijadikan alat musik orkestra, dan menjadi alat musik yang paling penting dimainkan di era Barok dan Klasik. Biola juga masih menjadi alat musik yang penting dimainkan pada orkestra modern.

Giovanni Viotti dan Nicolo Paganini, Louis Sphor dan Joseph Joachim dari Jerman, Pablo de Sarasate dari Spanyol, dan Henri Vieuxtemps dan Eugence Ysaye dari Belgia, mereka adalah para pemain biola yang melegenda di seluruh Eropa pada abad ke-19. Pada abad ke-20 biola mencapai nilai artistik yang baru dan mempunyai teknik yang tinggi di tangan para pemain biola Amerika, diantaranya Isaac Stren dan Yehudi Menuhin, Fritz Kreisler keturunan Austria. Jascha Heifetz, Mischa Elman dan Nathan Milstein keturunan Rusia yang menjadi penduduk Amerika, Joseph Szigeti biolis dari Hungaria dan David Oitsrakh dari Rusia.

Ini adalah beberapa musisi dan pencipta tunggal karya-karya seni musik biola pada abad ke-20 diantaranya yaitu, Bach, Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig Van Beethoven; Franz Schubert dari Austria; Johannes Brahms, Felix Mendelssohn dan Robert Schumann dari Jerman; Peter llyich Tchaixovsky dari Rusia yang membawa permainan biola yang penuh dengan keromantisan; Claude Debussy dari Pranciss; Arnold Schoenberg dari Austria; Bela Bartok dari Hungaria; Igor Stravinsky.